Books

[Book Review] Just You and Me Karya Titi Sanaria

Tulisan pertama di bulan November, diawali dengan resensi Just You and Me Karya Titi Sanaria. Aku memang selalu suka dengan tulisan Titi Sanaria, gaya bahasanya selalu renyah dan nagih. Tipe tulisan yang membuatku nggak bisa berhenti baca sebelum habis. Haha

Makanya waktu scrolling Instagram, dan ada postingan dari Storial.co tentang novel Just You and Me yang bisa dibaca GRATIS sampai tanggal 30 November nanti, aku girang dan langsung cus buka aplikasinya.

Sinopsis Just You and Me Karya Titi Sanaria

Berselisih dengan ibu tirinya, hingga membuatnya bertengkar hebat dengan papanya. Membuat Keyra mengambil keputusan besar dengan keluar dari rumah. Meninggalkan rumah yang selama ini melindunginya, meninggalkan papanya yang selama ini memanjakannya dengan fasilitas dan uang yang tak sedikit.

Keyra ingin membuktikan pada papanya bahwa ia bisa hidup dengan kedua tangannya sendiri, tanpa harta dan campur tangan papanya. Dengan bantuan Nia, Keyra meninggalkan Surabaya. Ia menumpang di kontrakan sahabatnya di Jakarta yang bernama Yanti.

Keputusan Keyra ke ibukota dan menumpang di kontrakan sahabatnya Yanti, membawanya ke berbagai lika-liku kehidupan yang sama sekali asing baginya. Yanti dikejar debt collector, hingga menyeret Keyra ke dalam masalahnya. Keyra disangka penari striptease oleh seorang lelaki bernama Ferdyan atau Ian.

Setelah berbagai kesalahpahaman yang terjadi, Ian membutuhkan Key untuk membohongi keluarganya, dan Key berhutang uang pada Ian untuk membayar debt collector yang mengejarnya dan Yanti dulu. Kesepakatan yang ditawarkan oleh Ian pun disetujui oleh Keyra.

Kesalahpahaman dan kebohongan yang terjadi antara Keyra dan Ian terus berlanjut hingga menjadi boomerang bagi hubungan mereka berdua.

Review Just You and Me

Kisah yang diangkat cukup umum, perempuan yang nggak punya apa-apa, lalu dipertemukan dengan pria kaya yang baik hati. Tapi seperti yang aku bilang tadi walau dengan tema klasik, tapi penulis sangat pintar memilih diksi. Kalimatnya sederhana dan renyah. Hingga pembaca ikut terhanyut dalam kisah Ian dan Key. Pokoknya seperti yang aku bilang di awal tadi, nggak mau lepas sebelum selesai. Haha

Artikel Terkait:  [Review] Sequence by Shita Hapsari

Ini adalah buku ke-5 karya Titi Sanaria yang aku baca. Dan jika nanti dia merilis buku lagi, dengan senang hati aku akan baca.

Tapi, ada sedikit hal yang aku kirang suka. Jalan ceritanya terlalu fokus pada tokoh utama. Sehingga kurang mengeksplorasi kisah tokoh yang lain. Padahal aku penasaran banget dengan cerita Mia dan Pram. Semoga kisah mereka akan dibahas dengan buku sequelnya. Biasanyanya kan Titi Sanaria begitu, suka membuat book sequelnya. Can’t wait! Soalnya mereka berdua itu teelalu imut jika hanya dijadikan tokoh figuran.

Sampulnya sangat menggambarkan Keyra dan Ian

Covernya sangat manis, warna pink soft. Salah satu warna yang aku suka. Ada wanita berjubah putih yang mengintegrasikan Keyra yang seorang dokter. Lalu lelaki dengan gaya maskulin sebagai Ian.

Pas lihat covernya aku langsung suka. Manis dan dengan ilustrasi kedua tokoh utama jadi makin tertarik untuk baca.

Quote yang aku suka

“Tapi harga diri kita nggak berlaku untuk orang tua. Siapa kita sampai berani hitung-hitungan dengan orang tua? Karena merekalah kita ada di dunia. Suka nggak suka, mau nggak mau, kita wajib mengakui mereka. Kita bisa aja berbeda pandangan dengan mereka, tapi nggak boleh kehilangan rasa hormat.” – Ian

Ini adalah kalimat yang ngena banget di hati. Orangtua tetaplah orangtua. Seburuk apapun mereka, kita nggak bisa milih akan dilahirkan oleh orangtuanya seperti apa. Jadi, selagi orangtua masih ada, seperti apa pun bentuknya, hormatilah.

Karena kita bukan siapa-siapa tanpa orang tua.

Ada audio storynya juga lho!

Jujur, ini pertama kalinya aku mendengarkan audio story sebuah novel. Yang menurutku asyik juga. Saat nggak bisa lanjut baca karena harus mengerjakan pekerjaan rumah. Aku bisa sambil dengerin audio storynya. Jadi berasa nggak lebih efisien sih.

Pengisi suaranya dan audio efeknya juga bagus. Berasa ngerasain aja gitu sensasinya. Keren nih Storial. Good!

Rating

Selama membaca, aku sangat menikmatinya. Terlepas dari tema yang diangkat klise, tapi nyatanya Titi Sanaria mampu membuat pembaca candu dengan rangkaian katanya. Tapi, ada satu sifat dari tokoh utama yang aku kurang sreg dan suka bikin kezel pas baca. Yaitu sifat kabur-kaburan Keyra. Haha … Sering banget aku mikir, “kok kamu harus begitu sih, Key?”

Artikel Terkait:  Novel KEREN di Wattpad Part 1

Jadi untuk rating, aku kasih 3,5/5.

Yuk, yang belum baca buruan baca. Cuma free sampai 30 November 2020, lho! Jangan sampai ketinggalan ya!

Baiklah, cukup sampai di sini aja ya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Salam sayang,

Ning!