Pujangga

Pujangga

Duka

Dada bergemuruhAngin menderuMenyamarkan kegelisahan Menyimpan dukaSayang sekali, magasin telah penuhMenghambur! Memecah kesunyianMelolong panjang memanggil kegelapanMemaksa bersekutu! Menciptakan keterpurukan“Mati saja!” kata kegelapanJika retakan kesedihan mulai merajaiHabislah

Pujangga

Ayah

Kau pergi tanpa kabarMenghilang tanpa jejakMeninggalkan Ibu penyabarYang tak pernah beranjak.Apa emosi itu?Hingga mampu membutakan mataMenggelapkan hatiMenggumpalkan amarah yang lambat laun menjadi pisau tajamMenghunus!Menciptakan lubang

Pujangga

Nenenda

Kabut menyamarkan pandangUdara menggigit kulit menembus tulangKaca berembunMengaburMengejekku yang meringkuk.Pandangan nyalang menampar kepedihanMerembeskan air mata tanpa jedaLalu mengering meninggalkan sia-siaMencampakan nurani yang tersisa.Nenenda?Bagaimana kabarmu disana?Pengampu