Parenting

Pengalaman Mengatasi Infeksi Jamur Mulut (Oral Trush) Pada Bayi 1 Tahun

Sebelum mulai, aku mau kasih tau dulu kalau tulisan ini panjang dan melelahkan. Karena emang sebandel itu oral thrush di mulut Rhe nggak mau hilang. Jadi sabar dan ikuti petualangan Ibu & Rhe VS Oral Thrush!

Apa itu jamur mulut atau oral thrush atau biasa disebut juga candidiasis?

Jadi, di dalam mulut dan saluran pencernaan kita itu ada jamur yang bernama Candida Albicans, nah, jika pertumbuhan jamur itu terlalu banyak. Bisa menyebabkan infeksi. Biasanya menyerang bayi karena daya tahan tubuh bayi masih rentan.

Kisah petualangan Ibu & Rhe VS Oral Thrush!

Awalnya di bibir bawah bagian dalam mulut Rhe cuma ada satu titik putih. Aku kira cuma sariawan biasa. Setelah 3 hari titik putih itu agak melebar jadi kayak sariawan pada umumnya. Tapi cuma satu. Belum menyebar ke area lain.

Nah, curhatlah aku sama kakakku. Dia bilang anaknya kalau sariawan dikasih Nystatin, cepet sembuhnya. Kebetulan kakakku juga punya anak yang seumuran sama Rhe.

Sebenernya Rhe juga santai aja sih, makan masih banyak. Anaknya juga ceria. Tapi dasar ibu-ibu yang suka nggak tegaan. Akhirnya Rhe aku genjot tiap hari kasih jus jeruk plus tomat. Karena nggak ada perubahan, aku ke apotik. Dan lupalah nama obat yang direkomen kakakku tadi. Akhirnya aku nanya ke apotekernya, obat sariawan untuk bayi. Dikasihlah nystatin juga.

Ini penampakan gambarnya. Ini nyomot fotonya dari sehatq.com

Inget banget tuh, tanggal 12 Juli sore, Rhe sariawannya aku tetesin nystatin. Lho kok, paginya malah menyebar. Di sekitar sariawan yang satu tadi muncul bintik-bintik kecil. Bintiknya sama banget kayak awal pas sariawan yang udah melebar ini baru muncul.

Kondisi mulut Rhe paginya setelah dikasih Nystatin. 13 Juli 2020

Waktu itu aku juga konsul ke Bidan. Tapi cuma via WhatsApp. Katanya suruh telatenin kasih Nystatinnya. Sebelum ditetes mulutnya dilap dulu pakai kain kasa dibasahi air hangat. Namanya anak udah gede, usia Rhe 1 tahun 3 bulan, bukan bayi lagi yang nggak ngerti penolakan. Rhe selalu nggak mau kalau dilap. Pasti dia jerit-jerit dan aku juga nggak tega. Takut kalau sakit, mulutnya lagi kayak gitu dilap.

Tapi kok dua hari kemudian mulut Rhe malah makin parah. Jamurnya mulai menyebar padahal aku kasih rutin obatnya dua kali sehari. Saat itu aku mulai ragu, jangan-jangan yang bikin penyebaran malah obatnya.

Kondisi mulut Rhe tanggal 15 Juli 2020, udah mulai nyebar ke pipi bagian dalam dan lidah.

Aku ngeri banget lihat mulut Rhe, makin nggak tega. Merasa bersalah. Jadi aku memutuskan untuk konsultasi dokter anak di alodokter. Saat itu dengan dr. Achmad Rafli Sp.A.

Sebagian percakapan dengan dr. Achmad

Karena nggak dapat jawaban pasti, besok paginya aku mutusin bawa Rhe ke dokter spesialis anak, dr. Zustain Noor Adhim Sp.A., M.Kes. Pas dilihat mulutnya katanya emang bener kalau Rhe kena Thrush atau jamur mulut. Kurang lebihnya seperti ini dokternya waktu bicara:

Artikel Terkait:  Perjuangan Melahirkan Normal, Nggak Semenakutkan Kata Orang

“Ini betul kena jamur mulut. Nggak awal banget, tapi juga belum terlalu parah. Ini nggak berbahaya.”

“Jadi dok, kemarin Rhe saya kasih obat Cazetin Nystatin, awalnya sariawannya cuma satu dok. Tapi semenjak saya kasih obat itu kok tambah banyak.” Aku bilang sambil ngeluarin obatnya dari dalem tas. Dan nunjukin obat itu ke dokter.

“Itu betul, obat untuk antijamur. Ini saya resepkan obat baru aja ya Bu. Obat itu dihentikan aja.”

“Obatnya apa dok?”

“Ada puyer dan sirup. Puyernya diminum sehari tiga kali. Sirupnya sehari dua kali.”

“Itu ada antibiotiknya dok?” Ini adalah pertanyaan wajib aku ketika ke dokter, karena ketika anak dikasih antibiotik minumnya nggak boleh ngasal dan harus tepat waktu. Untuk mengindari resistensi antibiotika. Yaitu bakteri kebal terhadap obat.

“Ada, sirupnya yang untuk mengatasi jamur mulutnya.”

Dalem hati, aku udah ragu sih. Bukannya antibiotik itu untuk melawan bakteri dan bukan jamur? Correct me if I’m wrong. Tapi entah kenapa, kok waktu itu aku nggak tanya lebih lanjut soal ini.

“Terus puyernya buat apa dok?”

“Itu untuk mengatasi peradangan di mulutnya.”

Dokter juga menjelaskan penyebab jamur mulut itu apa. Bisa karena kebersihan mulut nggak terjaga, dari makanan yang nggak bersih, makan santen, atau bisa juga makan dengan anak lain yang terkena thrush dengan sendok yang sama. Karena si jamur ini menular saudara. Bisa menular ke puting ibunya juga.

Ini adalah antibiotik yang dr. Zustain kasih buat Rhe, 16 juli 2020

Belajar dari kesalahanku dulu yang suka nggak teratur kasih obat ke Rhe. Sekarang, aku berusaha semaksimal mungkin disiplin kasih obat ke Rhe, harus banget teratur minum obatnya biar cepet sembuh. Nggak peduli deh, dia nangis-nangis. Fokusku cuma bikin dia cepet sembuh. Itu aja.

Bukannya membaik, kok mulut Rhe makin parah jamurnya. 18 Juli 2020

Rhe ini jamurnya udah ke pipi bagian dalam kanan kiri, mulut depan bagian dalam atas bawah, lidah, langit-langit, sampai tenggorokan. Yang enggak kena jamur cuma gusi.

Setelah obat habis dan belum sembuh, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Rhe ke bidan. Ini bidannya beda dari yang aku konsul via WhatsApp di awal tadi. Sampai di bidan, aku dimarahin perawatnya. Kok udah parah gini bari di bawa ke sini? Ya, aku juga ngejelasin dari awal gimana, sampai udah ke dokter anak juga. Aku tunjukinlah botol obat yang dari dokter tadi. Dan komentar perawatnya bikin aku kayak disambar gledek.

“Ini adiknya diare juga ya?”

“Hah? Enggak kok mba. Cuma jamur mulut nggak ada sakit lain.”

“Kalau di sini, ini antibiotik buat pencernaan. Kalau ada diare.”

Seketika aku triak, “ASTAGA! PANTESAN ANAKKU SEMENJAK MINUM OBAT ITU SAMPAI SEKARANG BELUM PUP!”

Padahal, Rhe itu kalau pup setiap hari. Tapi semenjak minum obat dari dokter, sampai aku ke bidan itu. Sekali pun Rhe belum pup. Ya Allah, nambah masalah lagi deh ini.

Artikel Terkait:  Trigger Finger di Jari Rhe yang Berusia 9 Bulan

Di Bidan Dewi Ahmad, Jatipuro. Mulut Rhe dibersihkan paksa sampai bersih dari jamur pakai kasa ditetesin bitadin oleh perawatnya. Jangan tanya deh, Rhe nangisnya kayak apa. Aku aja sampe takut. Belum pernah lihat Rhe nangis sampai kayak gitu. Pas dulu Rhe di infus pun, nangisnya nggak sampai begitu. Ya, pokoknya aku takut, jadi Rhe aku minta dari mbaknya yang pegangin, gantian aku yang pegangin. Sambil gemeter, nggak tega ya Allah …

Abis dibersihin sampai bener-bener bersih, mulut Rhe ditetesin Cazetin Nystatin. Setelah ditetes nggak boleh makan atau minum selama 15 menit. Netesinnya juga harus full 1ml. Dua kali sehari.

Oke, aku telatenin apa yang dibilang Mbaknya. Pas awal aku kasih Nystatin, kayaknya dosis yang aku kasih nggak tepat. Makanya jamurnya malah merajalela. Astaghfirullah, bego banget deh aku sebagai Ibu.

21 Juli 2020 sehari setelah dari bidan. Jamurnya udah berkurang, tapi mulut Rhe malah berdarah

Asli sih, semenjak berdarah Rhe jadi cranky, rewel, makan juga nggak mau. Pokoknya apa-apa serba salah karena dia ngerasain sakit di mulutnya. Tapi, aku tetep disiplin kasih obat dan lap pakai kasa basah setiap pagi dan sore. Sampai Rhe juga diet candidia, nggak makan yang manis-manis dulu karena aku browsing katanya jamur ini hidup dari glukosa. Kasian banget deh dia, tiap yang lain makan enak, Rhe nggak bisa makan.

Alhamdulillah, jamurnya berkurang drastis. Udah mulai hilang. Di sini aku kayak di PHP-in. Sorenya udah tinggal sisa-sisa yang di pipi bagian dalam. Paginya muncul lagi di bibir bagian dalam & yang di pipi makin tebal. Ini beberapa kali terjadi.

Setelah 1 botol habis, aku memutuskan untuk konsultasi dokter anak via aplikasi alodokter.

25 Juli 2020, ini kondisi mulut Rhe setelah habis 1 botol cazetin nystatin. Udah membaik banget. Tapi jamurnya nggak mau hilang total.

Aku konsul di Alodokter sama dr. Mila Agustia Sp.A, M.Biomed. Ini dokternya jelas banget sih ngejelasinnya, nggak kayak dokter yang pertama tadi. Aku juga tanya soal antibiotik yang dikasih dokter Zustain tadi dan ini jawaban dokter Mila. Sangat diplomatis menurutku. Haha…

Intinya, dokternya bilang kalau jamur yang di bibir bagian dalam memang agak susah hilangnya. Nggak seperti di lidah. Nggak cukup kalau cuma pakai nystatin aja. Akhirnya, Rhe dikasih resep via aplikasi tersebut. Miconazole yang diminum. Bentuknya katanya nanti kayak puyer gitu. Selain itu, nystatinnya juga tetep diminum tapi dosisnya ditingkatkan jadi 1,5ml empat kali sehari.

Nah, sedangkan aku ini tinggalnya enggak di kota. Aku cari di setiap apotik Kecamatan Jatipuro, nggak ada. Adanya miconazole itu salep. Nggak ada yang tablet. Lanjut cari ke Kecamatan Ngadirojo, 3 apotik nggak ada juga.

Jadilah aku browsing lagi soal miconazole ini. Ada satu merk salep miconazole oral, yaitu daktarin oral gel. Salep ini aman untuk bayi dan anak-anak. Akhirnya aku cari lagi di apotik Kecamatan ngadirojo, tapi nggak ada juga. Aku lanjut ke Kabupaten Wonogiri. Alhamdulillah ketemu di apotik ke-2 yang aku kunjungi.

Artikel Terkait:  Membaca Menyenangkan Sejak Usia Dini, Let's Read!
Dapet di apotik Nurani depan RSUD Wonogiri

Alhamdulillah, karena gel kayak salep gitu. Diaplikasiin di mulut jadi lebih gampang. Aku pakai cotton buds, aku tuang dulu ke sendok sesuai dosis yang dianjurkan, baru aku oles ke mulut Rhe merata. Saat dia tidur pun jadi nggak perlu bangunin karena hanya dioles dan bukan diminumkan.

Akhirnyaaaa, perjalanan panjang ini menemukan happy endingnya. Dua hari setelah pakai, jamur mulut Rhe hilang! Mulutnya bersih. Anaknya ceria lagi.

Oh iya, pas aku pakai daktarin ini, memutuskan untuk nggak meneruskan pakai nystatin. Jadi cuma pakai salep, sehari 4x selama seminggu. Walau di hari ke-2 jamurnya udah ilang, jangan lengah ya mom, jamurnya belum mati dan bisa tumbuh lagi. Jadi pemakainya harus diteruskan selama seminggu.

Oh iya, dr. Mila juga mengajurkan jika anak tidak perlu mengindari makanan tertentu. Cukup dengan menjaga kebersihan mulut saja dengan menyikat gigi dan gusi dua kali sehari. Nah, selama ini tiap gosok gigi yang aku sikat cuma giginya. Gusi dan lidah luput, aku mikirnya bakal sakit kan kalau disikat. Tapi ternyata enggak! Sikat gigi bayi memang udaj didesain sedemikian rupa untuk membersihan mulut. Ini termasuk gigi, gusi, dan lidah.

Cara mencegah agar jamur mulut tidak kambuh.

Kata dr. Zustain, anak yang sudah pernah terkena oral thrush mulutnya akan menjadi sensitif. Dan ada kemungkinan kambuh lagi. Untuk mencegahnya ada beberapa cara seperti berikut:

  1. Jaga kebersihan mulut dengan gosok gigi minimal sehari 2 kali. Gosok gigi di sini dalam artian membersihkan seluruh mulut, sikat gusi, gigi, dan lidah.
  2. Tidak makan dengan satu sendok dengan anak lain. Karena kita nggak tau riwayat penyakit anak lain bagaimana. Akan berbahaya jika anak tersebut punya penyakit menular. Awalnya aku juga mikir, anak kecil sakitnya apa sih. Tapi, pas Rhe kena oral thrush yang nggak sembuh-sembuh. Ini kayak tamparan keras buat aku!
  3. Sterilkan alat makan, minum, dan mainan si kecil yang suka masuk mulut.
  4. Untuk ibu-ibu yang menyusui langsung jangan lupa selalu menjaga kebersihan diri, terutama puting dan payudara. Mandi dua kali sehari dan jika dirasa bra sudah lembab akibat susu yang bocor seringlah ganti bra yang bersih.
  5. Berikan makanan bergizi dan seimbang agar daya tahan tubuh si kecil terjaga.

Semoga bermanfaat dan oral Thrush ini nggak akan pernah balik lagi dan anak kita sehat selalu ya Moms 😊

Salam sayang,

Ning!