Penuhi Gizi Anak dengan Cermat Membaca Label Pangan Bersama Kampanye #KejuAsliCheck dari KRAFT


Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat selama periode 2019 hingga 2021 ada 289 balita mengalami gizi buruk. Minimnya pengetahuan pemenuhan gizi anak dan penyakit penyerta menjadi penyebab utama masih adanya gizi buruk di Cianjur. – Sumber: detik.com

Bersumber dari “katanya” banyak sekali orangtua yang salah kaprah dalam memberikan makanan utama untuk si kecil. Sehingga mengakibatkan masalah gizi buruk di Indonesia tak lekas usai.

Tak hanya di Cianjur masalah gizi buruk juga masih melanda Indonesia, permasalahan yang harus kita selesaikan bersama. Hasil penelitian SSGBI 2019 yang terintegrasi Susenas Maret 2019 menunjukkan prevalensi underweight didapatkan sebesar 16,29 persen (15,94%-16,65%), stunting 27,67 persen (27,22%-28,11%), dan wasting 7,44 persen (7,19%–7,71%).

Dari data di atas menunjukkan jika stunting menempati angka tertinggi pada kasus dampak gizi buruk di Indonesia. Karena itu pada kesempatan kali ini, aku akan membahas salah satu masalah kekurangan gizi pada anak yang sering kali diabaikan, padahal ini hal yang sangat menentukan masa depan anak, yaitu anak bertubuh pendek (Stunting).

gejala anak kurang gizi


Penyebab Stunting

Jika kekurangan asupan nutrisi terjadi secara terus menerus akan sangat berbahaya. Anak bisa kekurangan gizi yang mengakibatkan berat badan kurang (underweight), kurus (wasting), gagal tumbuh/anak bertubuh pendek (stunting), hingga yang paling parah adalah kematian.

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak stunting, pertama karena asupan gizi harian yang sangat kurang, dan penyakit penyerta yang diderita anak.

Seperti contohnya, masih banyak ibu yang hanya memberikan satu macam makanan untuk bayi usia 6 bulan berupa pure buah dengan dalih masih dalam tahap perkenalan makanan. Padahal sesuai anjuran WHO, untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 6 bulan sudah harus mengkonsumsi makanan gizi lengkap, atau ibu-ibu jaman now menyebutnya MPASI 4 Bintang, yang terdiri dari Karbohidrat (beras, kentang, jagung, dll), Protein Hewani (telur, daging sapi, daging ayam, ikan, dll), Protein Nabati (kacang-kacangan), Sayur (wortel, bayam, brokoli, dll) , dan Lemak Tambahan (minyak EVOO, santan, mentega, dll)

Gejala stunting nggak begitu terlihat dan sulit dibedakan. Anak aktif, tapi berat dan tinggi badan stagnan. Orangtua masih enggan meminta pertolongan ahli dengan dalih anak masih aktif dan ceria. Padahal jika nggak ditangani sejak awal, bisa jadi akan bersifat permanen dan akan sulit untuk diperbaiki. Jika sembuh pun anak tersebut nggak akan sama dengan anak yang mendapatkan kecukupan gizi.

Anak makan banyak bagus, tapi apa yang dia makan? Apakah hanya karbohidrat, jajanan nggak jelas minim nutrisi, atau anak sudah makan makanan bergizi?

Karena sering kali orangtua merasa anaknya makan sudah banyak jadinya santai walau berat badan anak nggak mengalami kenaikkan. Atau ada yang mengira berat badan anak nggak naik karena anak terlalu aktif. Padahal apabila selama dua bulan berat badan anak nggak mengalami kenaikan dan berada di garis kuning KMS orangtua wajib memeriksakan anaknya ke dokter.

Ada juga yang anaknya gampang sekali makan, sudah bergizi, tapi tetap nggak ada kenaikkan berat badan. Ini juga perlu hati-hati ya, karena bisa jadi anak sedang sakit atau mengalami infeksi seperti TBC atau infeksi lainnya. Banyak sekali kejadian seperti ini yang sering aku baca dari curhatan ibu-ibu pada grup Tumbuh Kembang Anak di Faceboook.

Lalu ada lagi yang bilang, ayah bundanya saja pendek kok, wajar kalau anaknya pendek. Ini adalah kekeliruan yang kebanyakan para orangtua yakini. Padahal nggak ada satu pun penelitian yang mengatakan keturunan memegang faktor yang lebih penting daripada gizi  dalam hal pertumbuhan fisik anak.

Cara Mencegah Stunting

Jika sudah terjadi, stunting memang sulit disembuhkan, tapi kita sebagai orangtua bisa mencegahnya dengan melakukan beberapa hal sederhana berikut.

✅ Penuhi kebutuhan gizi dan periksa secara rutin saat hamil

Tentu saja ini hal yang utama, karena penyebab utama stunting memang kurangnya asupan gizi. Jadi untuk mencegahnya ya gizi harian anak harus tercukupi. Selain memberikan makanan utama dengan gizi lengkap, kita juga bisa memberikan suplemen tambahan jika dirasa memang diperlukan.

Pemenuhan gizi ini juga penting saat masa kehamilan ya bun. Karena masa 1000 hari kehidupan anak dihitung sejak pertama kali ia terbentuk dari dalam kandungan bunda. Konsumilah makanan bergizi dan vitamin yang telah diresepkan oleh tenaga medis. Lakukan pemerikasaan rutin setiap bulan dan USG minimal 3 kali selama masa kehamilan.

Jika terjadi stunting tak hanya berpengaruh pada kondisi fisiknya saja, tetapi juga terhadap tingkat kecerdasan anak dan kesehatannya nanti hingga anak dewasa. Sekali lagi peran orangtua sangat penting dalam pemenuhan gizi agar tak terjadi stunting. Kita harus peka, sadar, dan tidak denial, dan segera mencari solusi terbaik.

✅ Imunisasi dasar lengkap

Selanjutnya yang nggak kalah penting adalah lakukan imunisasi dasar anak secara lengkap, agar tubuh anak juga memiliki antibodi terhadap penyakit yang nggak diinginkan.

Imunisasi dasar ini juga sudah didukung pemerintah dengan imunisasi gratis bagi seluruh warga negara Indonesia. Jadi nggak ada lagi alasan terkendala biaya ya, karena imunisasi adalah hak anak, kita sebagai orangtua wajib memberikan haknya.

✅ Ciptakan lingkungan yang bersih

Sanitasi dan lingkungan tinggal yang bersih sangat penting agar si kecil selalu sehat dan terhindar dari bakteri dan virus yang bisa menyebabkannya sakit.

Anak-anak sering sekali bermain dan tiba-tiba memasukkan tangan ke mulut, apakah anak ayah bunda juga seperti itu? Jika iya, sama banget nih, sama anakku. Sekarang Rhe usianya 2 tahun 9 bulan, tapi masih suka memasukkan jari ke mulut.

Aku juga sudah berkali-kali memberinya pengertian jika melakukan hal itu nggak baik, bisa membawa kuman penyakit ke tubuh yang akan menyebabkannya sakit. Tapi yang namanya anak-anak adakalanya mereka tetap melakukan meski sudah dilarang. Apalagi aku juga nggak bisa mengawasinya secara terus menerus.

Jadi untuk mengatasinya aku harus rutin mencuci mainannya, dan rajin mengepel lantai. Setiap mau makan juga harus cuci tangan terlebih dahulu.

✅ Segera priksakan anak

Jika dalam waktu 2 bulan berturut-turut berat badan anak nggak mengalami kenaikan sama sekali, apalagi jika berat badan anak berada di garis kuning KMS (Kartu Menuju Sehat), segera priksakan anak ke puskesmas terdekat atau ke dokter anak langganan ayah bunda.

Bisa jadi anak sakit dan kita nggak tahu, dan hal ini adalah salah satu penyebab anak mengalami stunting. Padahal makan banyak tapi berat badan anak nggak naik, ternyata nutrisi yang anak makan bukan digunakan sistem tubuh untuk bertumbuh dan berkembang, melainkan fokus untuk mengatasi infeksi yang sedang diderita anak.

Jadi sebagai ibu kita harus jeli dengan kondisi anak kita, dan jangan menunda jika ada sesuatu yang dirasa nggak beres atau mengganjal pada tumbuh kembang si kecil di hati ayah bunda.

✅ Lebih cermat membaca label pangan

Keterbatasan pengetahuan kita terkadang menjadi bumerang untuk anak. Seperti contoh, niat hati ingin memberikan anak keju yang notabene adalah makanan bergizi tinggi kalsium, ternyata apa yang kita berikan bukan keju asli yang bukan berbahan dasar keju. Hah-hal seperti ini ada? Ada banget bun!

Maka dari itu, agar makanan yang kita berikan sesuai dengan harapan, kita harus rajin membaca label pangan. Sebagai ibu kita memanng harus lebih kritis dan terus belajar ya bun, agar anak mendapatkan gizi terbaik untuk tumbuh kembang anak kita.

Cara Membaca Label Makanan Kemasan

Di Indonesia, pencantuman label pada produk pangan olahan diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Lalu bagaimana cara membaca label kemasan makanan? Tenang bun, di bawah ini adalah panduan membaca label pangan yang dibagikan oleh Kemenkes. Cukup jelas sekali ya cara membaca labelnya, mulai sekarang kita harus rajin membaca label pangan sebelum memberikannya pada si kecil agar kita lebih selektif dalam memilihkan makanan berkualitas untuk anak kita.

Cara membaca label pangan

Nah, pada kampanye yang di inisiasi oleh KRAFT yaitu #KejuAsliCheck merupakan panduan membaca label pangan pada kemasan untuk menentukan keju cheddar dengan bahan baku yang tepat dan berkualitas melalui 2 cara mudah.


Cara membaca nilai gizi makanan kemasan

Anakku Rhe itu sangat suka keju, bahkan dia seneng gadoin keju, dimakan tanpa apa pun beneran cuma keju doang. Haha

Makanya untuk memilih keju yang beneran keju, aku harus lebih cermat dengan membaca label sebelum membeli. Karena faktanya di pasaran banyak berdar keju yang ternyata bukan berbahan dasar keju. Jadi memang kita harus hati-hati ya bun, niat hati ingin kasih anak keju sebagai tambahan makanan bergizinya ternyata yang dikonsumsi anak bukan keju asli. Duh!

Jadi memang pilihanku dari dulu selalu setia dengan KRAFT, selain urutan komposisi pertamanya adalah Keju Cheddar New Zealand yang artinya memang berbahan dasar Keju Cheddar asli. Tetapi juga dibuat oleh perusahaan pangan yang memiliki kredibilitas bagus yaitu Mondelēz Indonesia. Bagian dari Mondelēz International, pemimpin global kategori cokelat, biskuit, permen, dan minuman bubuk.

Memiliki produk yang sudah menjadi ikon global dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia yaitu keju KRAFT, biskuit Oreo dan biskuit Biskuat, cokelat Cadbury Dairy Milk dan Toblerone. Pasti nggak asing kan dengan merek camilan tersebut?

Melalui tujuan “Snacking Made Right”, Mondelēz International berkomitmen untuk menginspirasi masyarakat untuk dapat memiliki kebiasaan mengemil secara lebih bijak, melalui camilan yang tepat, di waktu yang tepat, serta mengkonsumsi camilan yang dibuat dengan cara yang tepat pula. Sejak tahun 2012, Mondelez International memulai program Cocoa Life di Indonesia untuk membangun pasokan berkelanjutan dan mengembangkan komunitas kakao di Indonesia.

Manfaat Keju Cheddar KRAFT untuk Anak

Mengkonsumsi keju cheddar KRAFT secara rutin bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian si kecil lho bun, karena mempunyai kandungan yang dapat memenuhi 30 persen kebutuhan kalsium harian, dilengkapi dengan nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, sumber vitamin D dan protein yang merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kalsium

Kalsium adalah salah satu mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tulang, gigi, membantu proses pembekuan darah, dan mengaktifkan enzim yang dibutuhkan dalam mengubah zat gizi menjadi energi, membantu kerja sistem saraf, otot, hingga menjaga kesehatan jantung.

Kalsium dibutuhkan untuk semua usia, tapi khusus untuk anak-anak yang perkembangan tulangnya sangat pesat, kecukupan kalsium bisa membantu pertumbuhan tulang agar optimal dan bertubuh tinggi yang secara otomatis dapat mencegah stunting juga mencegah pengeroposan tulang di masa yang akan datang.

Vitamin D

Tak jauh beda dengan kalsium, ternyata vitamin D juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi. Tapi tahukah bunda jika mengkonsumsi kalsium dibarengi dengan vitamin D merupakan kolaborasi yang sangat baik dan bisa mencegah anak dari penyakit rakitis. Penyakit yang menyebabkan tulang kaki anak menjadi bengkok dan melemahkan otot, sehingga pertumbuhannya terganggu.

Selain itu Vitamin D memiliki tugas yang tak kalah penting yaitu mengontrol kalsium dalam darah agar tak terlalu tinggi (hiperkalsemia) atau terlalu rendah (hipokalsemia). Ketika terjadi hiperkalsemia atau kalsium berlebih tubuh akan mengeluarkannya melalui air seni dan feses. Sedangkan jika terjadi hipokalsemia tulang akan mengeluarkan kalsium agar kadar kalsium dalam darah kembali normal, inilah yang menyebabkan pengeroposan tulang saat kita kekurangan kalsium.

Protein

Terakhir kandungan dalam keju Cheddar CRAFT yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan si kecil adalah Protein.

Protein diperlukan untuk pembentukan sel dan jaringan tubuh, memperkuat tulang dan otot, sebagai sumber energi, hingga pembentukan enzim dan hormon dalam tubuh. Selain itu peran protein sangat krusial dalam pembentukan antibodi agar anak tak mudah tersrang infeksi bakteri atau virus.

Sebagai ibu kita harus cermat dalam menyajikan olahan pangan untuk anak-anak kita. Banyak ibu yang sudah merasa memberikan gizi lengkap pada anaknya, tetapi ternyata gizi yang diberikan nggak sesuai dengan ekspektasi, disinilah pentingnya kita harus cermat membaca label pangan.

Resep Sandwich Telur Keju Tabur

Penuhi_Gizi_Anak_dengan_Cermat_Membaca_Label_Pangan_Bersama_Kampanye__KejuAsliCheck_dari_KRAFT__8___1_-removebg-preview

Apakah bunda juga suka bingung mau masak menu apa yang bergizi untuk si kecil? Sama. Aku juga sering begitu.

Tapi dengan adanya web bundakraft.com, sebuah website yang berisi banyak sekali resep dari olahan berbahan keju, nggak hanya resep dari KRAFT saja tetapi juga banyak bunda-bunda lain yang membagikan resep andalan mereka di sana. Jadi sekarang kita nggak perlu bingung lagi ya bun mau masak apa untuk si kecil.

Aku juga suka sekali mengunjungi bundakraft.com ketika lagi buntu mau masak apa. Dan dalam mencari inspirasi memasak untuk Rhe, aku menemukan sebuah resep yaitu KRAFT Scrambled Egg Sandwich. Dari inspirasi tersebut aku menciptakan resep sendiri yang sesuai dengan selere Rhe, juga bahan yang aku punya.

Yuk langsung kita eksekusi.

Bahan yang diperlukan:

  • Roti tawar 4 lembar (Karbohidrat)
  • Keju KRAFT Cheddar secukupnya (Sumber Kalsium)
  • Telur 2 butir (Protein Hewani)
  • Tomat 1 buah (Sayur)
  • Selada 2 lembar (Sayur)
  • Mayonaise sesuai selera (kombinasi protein nabati dan protein hewani)
  • Mentega secukupnya (lemak tambahan)

Cara membuat:

  1. Cuci bersih selada dan tomat kemudian tiriskan, sambil menunggu airnya tiris kita bisa mengerjakan step selanjutnya.
  2. Pecahkan telur pada mangkuk, tambahkan sejumput garam dan lada, kocok hingga tercampur rata, kemudian goreng dengan sedikit mentega yang telah dipanaskan hingga matang.
  3. Ambil satu lembar roti lalu tumpuk di atasnya telur orak-arik, perutan keju, daun selada, dan tutup dengan selembar roti tawar yang sudah dioles mentega dan mayonaise.
  4. Panggang sandwich tersebut sebentar, lalu sajikan dengan saos cocolnya. Karena anakku nggak suka pedas, biasanya saos cocolnya aku sajikan secara terpisah.

Penutup

sandwich keju telur tabur kraft

Ini adalah hasil masakanku dengan resep yang aku tulis di atas. Sandwich Keju Telur Tabur, cara memasaknya simpel, tapi kaya akan gizi. Ini adalah porsi sarapanku dan Rhe. Jika Rhe makan ini dengan minum air putih, aku makan dengan kopi hitam tanpa gula.

Sebagai ibu kita memang dituntut untuk kreatif dalam menyajikan olahan makanan untuk si kecil, yang  pastinya nggak hanya kreatif tetapi juga harus memperhatikan kandungan gizi yang si kecil konsumsi. Karena bagi anak yang masih dalam masa tumbuh kembang, fungsi makanan nggak hanya membuatnya kenyang tetapi juga sebagai asupan mikronutrient dan makro nutrient untuk menunjang tumbuh kembangnya agar optimal.

Terima kasih untuk ayah bunda yang membaca hingga akhir. Semoga tulisan ini memiliki manfaat.

Salam,

Ning!

Sumber Referensi Tulisan:

  • http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/2/yuk-biasakan-untuk-membaca-label-pangan-pada-kemasan-pangan-olahan-sebelum-dikonsumsi
  • https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5584120/289-balita-di-cianjur-derita-gizi-buruk-selama-2019-2021
  • file:///C:/Users/ingol/Downloads/Buku-Laporan-Teknis-SSGBI-OK.pdf
  • https://dikemas.com/kenapa-perlu-cantumkan-informasi-nilai-gizi-di-produk
  • http://registrasipangan.pom.go.id/index.php/page/komposisi
  • https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/gizi-anak/apakah-anak-perlu-suplemen-kalsium/
  • https://www.ibudanbalita.com/artikel/sumber-vitamin-d-dan-fungsinya-untuk-tumbuh-kembang-bayi
  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-peran-protein-dalam-tumbuh-kembang-anak
  • https://bundakraft.com/
  • Gambar yang saya buat menggunakan Canva

Posting Komentar untuk "Penuhi Gizi Anak dengan Cermat Membaca Label Pangan Bersama Kampanye #KejuAsliCheck dari KRAFT"