6 Tips Anti Stress dan Bahagia Dampingi Anak Belajar di Rumah

Suara adik menangis melengking dari kamar, di depannya kakak juga menangis karena mengerjakan soal yang nggak bisa-bisa.

Kepala Bunda Isti berdenyut, ia memegang kening sambil menghela napas berat, kemudian bangun menghampiri adik di kamar. Saat menuju kamar, sudut matanya menangkap pemandangan dapur yang kacau balau. Tadi pagi ia sudah masak, cuma belum sempat membereskan dapur, kakak keburu ada kelas daring dengan sekolahnya.

Akhirnya Bunda sibuk menyiapkan laptop, buku, alat tulis, dan semua keperluan kakak. Lalu meninggalkannya menghadiri kelas daring sendirian karena harus mengurus adik yang sudah mengantuk.

Setelah adik tidur, kelas kakak sudah selesai. Tapi ada PR yang harus dikerjakan, karena Bunda tadi nggak ikut menyimak kelas, jadinya agak kesusahan juga ngajarin kakak untuk mengerjakan PR-nya.

Satu-satunya jalan, Bunda harus mengintip google, agar tahu cara mengerjakan soal tersebut. Tapi ketika Bunda mengajarkan cara yang didapatnya dari internet tersebut kepada kakak, kakak malah berakhir menangis karena nggak kunjung mengerti dan bunda sudah kehabisan kesabaran, hingga tadi kelepasan membentak.

Sampai di dalam kamar Bunda menggendong adik dan menenangkannya, walau ada kecamuk lelah dalam dirinya. Rasanya ia juga ingin menangis. Jika bisa ia juga ingin meraung. Ada rasa bersalah yang mengganjal di hatinya setelah membentak kakak tadi.

Lelah, Bunda juga rasanya lelah sekali. Mengurus semua sendiri, pekerjaan rumah, merawat adik yang masih satu tahun dan kakak yang kelas dua SD. Kemudian yang paling berat adalah drama kakak setiap mengerjakan tugas sekolah setiap hari membuatnya stress berat.

Nggak heran jika banyak orangtua memilih untuk mengerjakan tugas anaknya alih-alih mengajari supaya anaknya paham. Tugas mengajar memang terasa begitu berat, menguras energi paling besar, dan membuat emosi Bunda nggak stabil semanjak kakak melakukan PJJ.

Hai, apa kabar?

Ada banyak sekali permasalahan yang terjadi sejak anak sekolah online. Cerita Bunda Isti hanyalah salah satunya, di luar sana banyak masalah kompleks yang terjadi.

Baca juga: Bebaskan Anak Bereskplorasi di Kelas Home Based Project by Alta School

Jadi pada kesempatan kali ini, aku mau kasih tips mendampingi anak belajar di rumah agar sama-sama menyenangkan, anti stress, dan bahagia.

Tips dampingi anak belajar di rumah anti stress

1. Penuhi kebutuhan nutrisi anak

Tips pertama yaitu penuhi kebutuhan nutrisi anak dulu. Pastikan jika anak sudah makan dan perut nggak dalam kondisi lapar, karena jika belajar dengan keadaan perut kosong, anak akan susah konsentrasi dan hal ini juga akan membuat parents gregetan karena anak nggak lekas paham.

2. Membuat jadwal belajar

Manajemen waktu ketika anak sekolah daring adalah hal yang sangat penting. Orangtua sangat perlu mengatur jadwalnya juga anak agar sama-sama enak. Dengan mengatur jadwal kita sebagai orangtua juga akan merasa lebih bisa mengendalikan keadaan.

Jadi ketika kamu menemani anak juga lebih fokus dan nggak memikirkan hal lain, seperti cucian yang belum kelar misalnya.

3. Isi tangki cinta hingga penuh agar kesabaran terpupuk subur

Menurutku hal ini amat sangat penting agar kita bisa lebih sabar dan nggak gampang terpancing emosi hingga marah-marah kepada anak.

Tangki cinta ini perumaan sebagai wadah ya bun, atau bisa dibilang dikelas parenting adalah pemenuhan kebutuhan emosi agar nggak ada lagi emosi yang akan kita lampiaskan pada anak.

Untuk mengisi tangki cinta ini biasanya aku melakukan me time atau melakukan hal yang menyenangkan diri sendiri terlabih dahulu. Karena untuk menyenangkan orang lain, di sini dalam konteksnya anak, diri sendiri harus happy dulu.

Nggak cuma tangki cinta orangtua yang harus terpenuhi, anak juga harus terpenuhi dengan kita meluangkan waktu bermain dan fokus. Benar-benar fokus pada anak tanpa interupsi seperti gadget atau disambi mengerjakan pekerjaan domestik rumah tangga.

4. Kenali karakter anak

Untuk mengoptimalkan proses belajar anak, ayah bunda harus memahami karakter anak. Sehingga bunda bisa tahu bagaimana mood anak dan bagaimana cara mengatasinya.

Dengarkan juga pendapatnya, ia ingin belajar seperti apa dan bagaimana. Diskusikan agar anak juga merasa nyaman, juga enjoy saat belajar.

5. Beri aturan saat belajar, tegas, dan jangan berekspektasi berlebihan

Komunikasikan dengan anak bagaimana kegiatan belajar rutin akan berjalan. Dan bunda juga harus terbiasa tegas, jadi anak akan mengerti kapan saatnya belajar dan kepan saatnya bermain. Anak juga akan tahu batasan-batasan yang nggak boleh dilakukan saat sedang belajar.

Kemudian bunda juga jangan berkespektasi terlalu berlebihan,kemampuan anak belajar itu berbeda-beda, anak tetangga yang seumuran anak kita mungkin sudah menguasai ini itu, tapi kok anak kita belum. Nggak papa bun, santai aja. Yang penting kita selalu berusaha dan konsisten mengajari anak dengan cinta.

6. Jika diperlukan masukkan anak ke bimbel terbaik pilihan ayah bunda

Nggak semua anak itu mudah jika yang mengajar adalah ayah bunda sendiri. Terkadang ia malah cranky dan susah diatur.  Pernahkah kamu merasakan hal yang sama?

Baca juga: Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Untuk Anak

Jika kamu sudah mencoba segala cara, dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendampingi dan mengajari anak. Tapi anak malah susah mengerti dan berakhir rewel. Mungkin ini saat yang tepat untuk memasukkan anak ke bimbel (bimbingan belajar) terbaik pilihan orangtua. Biasanya akan berbeda jika orang lain yang mengajari, anak akan lebih cooperative dan mudah mengerti.

Bisa jadi metode yang bunda pakai kurang efektif nih untuk anak, sedangkan bimbel yang sudah terbiasa mengajar banyak anak sering memiliki metode atau cara mengajar yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh anak.

Selain itu bimbel juga bisa jadi alternatif untuk meningkatkan kualitas belajar anak lho bun. Sehingga diharapkan anak akan lebih memahami materi sehingga lancar saat mengerjakan tugas sekolah maupun PR.

Bimbel juga bisa mengurangi beban ibu dalam mengajari anak, nggak perlu lagi drama membentak anak, adu mulut, hingga anak menangis. Terkadang memang kita perlu bantuan expert untuk membantu kita menyelesaikan masalah yang nggak bisa kita tangani.

Penutup

Jadi itu adalah beberapa hal yang bisa aku sampaikan, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk ayah bunda.

Semangat dan bahagia selalu, ya!

 

Salam,
Ning!

11 pemikiran pada “6 Tips Anti Stress dan Bahagia Dampingi Anak Belajar di Rumah”

  1. PJJ oh PJJ ceritanya tiada akhir memang, apalagi ditambah punya adik pula kan. Mantap deh pusingnya, hahahaha. Kerjasama sama bapaknya bisa di coba juga kak, kalo wfh itu juga. Klo gak Yaaa, ikut bimbel bisa jadi alternatif. Bisa online kan, tapi itu masih harus di temani. Segala metode membersamai anak selama pandemi emang trial and error’ ya, semua dicoba. Tapi klo pandemi usai, bisa ikut offline bimbel

    Balas
  2. Dengan ikut bimbel, bisa membantu anak-anak belajar lebih efektif ya. Jadinya hal-hal yang dirasa kurang didapatkan di sekolah, bisa terpenuhi via bimbel

    Balas
  3. Kerasa banget pas PJJ dampingi anak belajar. Apalagi buat yang anaknya sudah di tingkat atas, pasti kesulitan buat mendampingi belajar jadi lebih tinggi

    Balas
  4. Drama-drama PJJ ini memang bikin orangtua bisa stress mendampingi anak belajar. Kalau saya memang membuat jadwal dan kesepakatan dengan anak, kapan waktunya belajar dan kapan waktunya bermain.

    Dengan penjadwalan ini juga, sekaligus memberikan pelajaran bagi anak akan hal konsisten dan komitmen.

    Balas
  5. Mengajar anak memerlukan tips yang bagus , penuhkan tangki cinta supaya sabar. Sekarang sudah model bimbel untuk anak-anak yach. Bunda kewalahan terpaksa harus minta bantuan bimble. Yach apa boleh buat…

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: