Ibu… Job Desk Baru

Pagi itu, aku harus bangun lebih awal dari biasanya. Kebiasaan setelah sholat subuh tidur lagi, bukan lagi rutinitas. Setelahnya aku harus membuat bekal ke kantor dan terburu-buru mengejar KRL. Berdesak-desakkan, terdorong ke kanan-kiri, bahkan kepalaku tersikut dua kali. Hingga menyebabkan kepala pusing setelah sampai kantor.

Pernah suatu ketika karena terburu-buru ingin naik dan dapat tempat duduk, tangaku sampai terjepit pintu KRL, hingga membiru dan berdarah-darah. Mau disumbat pakai tisu nggak bawa tisu. Tanya mbak-mbak sebelah nggak punya, dan pada akhirnya aku balut pakai kain masker. Tak ada rotan, akar pun jadi.

Tapi bukan perihal KRL dan berbagai drama di dalamnya yang ingin aku ceritakan. Tapi tentang profesi baru yang kini aku sandang. Ibu Rumah Tangga, job desknya mengurus suami, rumah, dan mendidik anak (jika sudah ada).

Jika biasanya aku mencuci baju paling sering seminggu dua kali atau paling jarang seminggu sekali. Sekarang aku harus mencuci setiap hari. Jika biasanya kamarku berantakan. Sekarang aku dituntut untuk rapi, karena memang dia sangat perfectionist jika menyangkut hal ini. Dan jika biasanya aku hanya masak nasi atau paling banter rebus indomie pakai rice cooker. Kini, jika tak ingin boros aku harus belajar masak.

Dan masih banyak kata ‘jika biasanya…’ berderet di belakangnya. Hingga dalam benak terus terngiang, alangkah hebat peran Ibu. Ternyata superhero tak hanya ada di TV. Malah sangat nyata dan begitu dekat. Bayangkan jika seorang Ibu bekerja, juga mengurus rumah, lalu mengurus suami dan anak, bisa dipastikan kantung mata menghitam dan badan bertambah kurus atau gemuk. Tergantung tingkat stres yang dialami. Jika ada Ibu-ibu yang tetap cantik dan tidak mengalami gejala di atas. Bisa dipastikan bahwa Ibu itu banyak duit dan asisten rumah tangganya berderet. Hingga tak perlu risau akan hal remeh di atas. Ya, bisa jadi begitu. Kalau tidak, Ibu itu memang superhero bermental baja.

Dulu, ketika menginginkan sesuatu aku akan dengan segera memenuhinya. Kini, aku akan berpikir ratusan bahkan ribuan kali lagi sebelum mewujudkan keinginan yang kini terasa tak begitu penting. Dia… Yang lebih dulu. Baru aku.

Begitulah, rutinitas dan profesi baru yang melelahkan. Tapi melegakan, juga membahagiakan. Maafkan aku yang curhat. Hehe

Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat…. Kalian sedang jatuh cinta. Bukan cinta kelas bertopeng, tapi cinta yang tulus. Mungkin begitu… Kira-kira.

Terima kasih buat yang sudi meluangkan waktunya membaca ocehan tak berbobot ini. Lalu ada yang membatin, ‘untung sedikit’. Memang, orang Indonesia selalu beruntung. Dan semoga senantiasa diberi keuntungan… Apalagi jika dalam kesempitan. Hmmm… Awkward!

Salam sayang,

Ning!
NB: Bahkan untuk menulis ini pun, aku sambil menunggu rendaman cucian yang menunggu dikucek. Alhamdulillah.

37 pemikiran pada “Ibu… Job Desk Baru”

  1. Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat…. Kalian sedang jatuh cinta.

    Iya nih, baru beberapa bulan aku mulai masuk ke dunia kerja (habis wisuda hehe) gajiku didedikasikan untuk mami, pokoknya prinsipku, "bahagiain dia dulu, gue mah gampang" trs rasanya seneng bgt bisa jajanin orang tua ya :)) udah gt ada seseorang yg ditaksir jg, jadi dlm hati sekalian minta, "mi doain semoga dia orangnya ya" hehe loh jadi curhat :p abisnya setelah baca tulisan ini aku senyum dan terharu sendiri sih, thank you mba!

    Balas
  2. Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Pertanyaannya buat aku mikir keras kak. Utk sekarang prioritas aku emang ke ibu, ayah, dan adik-adik karena blm menikah. Tapi cepat atau lambat, aku akan seperti kakak juga.

    Balas
  3. terima kasih Mbak Ning atas selamatnya, sampai kapan pun saya selalu jatuh cinta dengan orang tua saya, kainginan mereka lebih dulu yang penting. Sekarang mamak minta saya nikah, tapi jodoh masih terus memantaskan diri #LhaTjurhat hahhaa

    Anyway Mba, selamat juga yaa atas peran barunya. Hebat banget kerjaan barunya. Terdabest di dunia 😀

    Balas
  4. "Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri? Jika iya, selamat…. Kalian sedang jatuh cinta. Bukan cinta kelas bertopeng, tapi cinta yang tulus." mbak niing aku suka banget iniiii kalimat ini.. Huaaa

    Balas
  5. "Apakah kalian punya seseorang yang kalian dahulukan sebelum diri sendiri?", ini pertanyaan yang menarik. Jawabannya kalau seseorang belum ada, kalau suatu hal ada, yaitu pekerjaan yang digeluti saat ini. Meski masih merintis usaha di dunia musik tetap berusaha, berjuang, bertahan sampai mimpi-mimpi itu terwujud.

    Semangat, Mbak Ning! Tulisannya memberikan gambaran bagaimana kehidupan rumah tangga untuk bekal bagi yang menuju ke arah sana. Semoga selalu diberi kekuatan 🙂

    Balas
  6. dulu waktu kecil, nenek aku selalu ngomong. bekerja sesungguhnya itu ya jadi ibu rumah tangga.

    ketika di kantor, pas pulang itu namanya kerjaan selesai untuk satu hari. tapi kalo di rumah seharian, hampir selalu ada kerjaan. tak pernah habis.

    selamat menikmati ka ning. aku masih menunggi antrian. hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: