[Book Review] 17 Years of Love Song Karya Orizuka

17 Years of Love Song Karya Orizuka
sumber gambar: goodreads

Beberapa kali sabtu ini, aku selalu bangun pukul tujuh pagi. Untuk mendengarkan acara radio, yang belakangan ini jadi acara favoritku, yaitu bincang pagi bersama komunitas Goodreads Indonesia di RPK FM atau di frekuensi 63.3 FM.

Pagi itu bintang tamunya adalah salah satu penulis yang aku suka yaitu Orizuka. Penulis yang sering menyuguhkan sad ending dalam novel yang ditulisnya. Seperti biasa, aku selalu menyempatkan mengirim sms ke radio tersebut. Dan hampir selalu dibacakan, makanya ketagihan kirim sms ke sana, hehe. Rasanya lucu ketika pesanku dibacakan oleh penyiar, mengudara, lalu mempir ke banyak pendengar.

Di hari yang sama, aku mendatangi acara Kopdar Kubbu (Klub Buku dan Blogger BPJ Jakarta). Setelah siaran kesukaanku itu berakhir. Aku bersiap-siap untuk acara kopdar tersebut. Pagi itu hujan tak henti-hentinya mengguyur daratan Jakarta. Hingga aku masuk ke dalam Trans Jakarta pun, hujan masih deras, dingin terasa makin menusuk ketika sudah beberapa lama di dalam bus ber-AC itu. Bahkan, kacanya sampai berembun.

Lalu tepat pukul 10.40, hpku bergetar. Ada sms dari radio RPK yang mengabarkan bahwa aku mendapat sebuah buku dari Orizuka. Seketika aku nggak bisa berhenti tersenyum, hangat menjalar, memerahkan pipi hingga membuat degup jantungku lebih cepat. Jika nggak sedang di dalam bus, ingin rasanya aku lompat-lompat atau joget dangdut sekalian, hehe

Baca juga: [Book Review] Oppa & I by Orizuka dan Lia

Dan pada hari yang sama, aku juga mendapatkan bukunya Boy Candra yang berjudul Senja, Hujan & Cerita yang Telah Usai dari Kubbu. Lengkap! Hari itu aku merasa sangat beruntung dan super happy.

Baiklah, sekarang saatnya untuk mereview bukunya Orizuka. Maaf jika ceritaku terlalu panjang. Hehe…

Sinopsis 17 Years of Love Song

Nana, saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri
untuk selalu berada disampingmu.
Menemani sepimu. Menghapus air matamu.
Menjadi kekuatanmu.

Leo berusia tujuh belas tahun saat pertama kali bertemu dengan Nana di padang ilalang belakang sekolah barunya. Leo adalah pemuda pecinta baseball yang berasal dari Jakarta. Sedangkan Nana adalah gadis berkursi roda yang tinggal di Purwakarta.

Leo sempat menganggap remeh kampung tempatnya sekarang tinggal, tetapi Nana mengubah segalanya. Nana membuatnya berbalik mencintai kampung itu, mencintai segala hal mengenainya… termasuk gadis itu.

Semuanya berjalan indah bagi Leo, sampai tiba saat mereka harus berpisah. Leo berjanji untuk kembali, tetapi sebuah musibah yang terjadi membuat mereka benar-bernar terpisahkan. Sekeras apapun Leo berusaha, Leo tak dapat menemukan Nana.
Pada saat mereka akhirnya kembali bertemu, keadaan jauh berbeda.
Akankan mereka dapat merajut kenangan indah seperti dulu?
Hei Nana, pa aku berhasil melakukannya?

Review 17 Years of Love Song Karya Orizuka

Kali ini Orizuka membawakan kisah Nana dan Leo dalam 17 Years of Love Song . Cowok metropolitan yang bertemu dengan kembang desa. Tapi Nana tak sembarang kembang desa, gadis itu memiliki ketulusan yang mampu menyentuh hati banyak orang. Hingga Leo, yang awalnya nggak betah tiba-tiba tinggal di Purwakarta, menjadi enggan pergi. Dan yang paling menarik perhatianku dari sosok Nana itu, ia mengalami kelumpuhan. Cewek yang tak ingin dikasihani dan ingin diperlakukan sama dengan orang lain.

Cerita dimulai dengan Leo berada di sebuah pantai bersama degan gadis kecil, dan ingatannya berlari ke masa lalu, mengenang Nana. Alurnya mundur jauh ke belakang. Ke adegan sebelum Leo bertemu dengan Nana. Aku suka dengan awal cerita seperti ini, pembaca jadi penasaran dengan apa yang telah terjadi.

Leo, cowok ganteng korban perceraian orang tua, dan memutuskan untuk ikut Asti, sang Ibu yang seorang dokter, pulang ke kampung halamannya. Ibunya memang tak sekaya Ayahnya, bahkan keputusan ikut dengan Ibunya, Leo mengorbankan baseball yang dicintainya. Di Jakarta saja olahraga baseball masih jarang, apalagi di kampung?

Baca juga: [Book Review] Home Menjauh Tapi Saling Merindu Karya Ifa Avianty

Dalam novel ini ada 18 Bab, dan di setiap akhir babnya akan terselip perasaan Leo dari masa depan untuk Nana.

Nana, saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri untuk selalu berada di sampingmu. Menemani sepimu. Menghapus air matamu. Menjadi kekuatanmu.
Hei Nana, apa aku berhasil melakukannya?

Kalimat-kalimat dari Leo inilah yang bikin aku penasaran. Konflik yang diangkat juga lumayan berat, tapi entah mengapa aku kurang merasakan konfliknya. Mungkin karena dialog yang terlalu banyak dan sedikitnya narasi, menjadikan perasaan setiap tokoh kurang tersalur pada pembaca.

Selain tokoh utama, ada sahabat-sahabat mereka sewaktu SMA dan ketika Leo kuliah, ikut meramaikan suasana. Ada banyak pesan yang tersirat, bahwa teman yang tulus akan memberikan dan melakukan hal yang terbaik untuk temannya. Walau dengan cara yang mungkin belum tentu benar di mata kita.

Cover novel ini juga keren! Sangat menggambarkan tokoh utama yaitu Leo dengan Glove dan Bola Baseballnya. Benda yang mempertemukan Nana dan Leo, yang merekatkan mereka, saksi bisu bagaimana rintangan menghadang mereka berdua.

Baca juga: [Book Review] Tentang Kamu Karya Tere Liye

Aku kasih rating 3 bintang dari 5. Novel ini sudah bikin akunangis. Pesan-pesan Leo yang tertulis dalam setiap bab tadi sukses bikin aku penasaran dan terus membaca, mendekati akhir aku bisa menebak jalan ceritanya. Tapi yang bikin gregetan, walau sudah tau jalan ceritanya akan berakhir bagaimana. Aku tetep nangis! Haha… Sudah ada 3 novel Orizuka yang aku baca dan berakhir sad ending.

Aku merekomendasikan novel ini untuk kamu pecinta novel teenlit, chicklit, sad ending, dan cerita-cerita cheesy 🙂

Anyway, rekambaca adalah blog yang pernah aku bikin lalu aku hapus lagi, jadinya ulasan ini aku posting di sini biar nggak hilang. Maafkan saya yang labil, hehe

Tinggalkan komentar