Membangun Keluarga SAMARA untuk Pernikahan Impian

Apakah kamu sudah menikah atau baru merencanakan pernikahan, atau malah lagi jomlo tapi pengin nikah suatu saat nanti?

Kita hidup di negara yang jika mendekati usia 30 tapi belum nikah juga, akan menjadi obrolan waktu reuni, pertanyaan default keluarga besar waktu lebaran, atau teman-teman sekitar juga terus merong-rong pertanyaan yang sama.

Capek? Pasti!

Tapi pernikahan itu bukan soal ketakutan karena ditanya teman atau siapa pun. Merasa terdesak, atau malah ikut-ikutan.

Pasalnya menikah adalah sebuah proses, dimana kedua manusia hidup bersama dan membagi semuanya. Menerima kekurangan dan kelebihan pasangan, juga saling melengkapi.

Setiap orang yang ingin atau bahkan sudah menikah pasti menginginkan keluarga yang SAMARA. Apa sih arti Samara itu? Banyak sekali ya teman dan kerabat yang mengucapkan ini di hari pernikahan. Atau sebagian orang juga menyingkatnya menjadi samawa.

Samara atau samawa adalah akronim dari Sakinah, Mawadah, wa Rahmah, yang diambil dari Al-Qur’an surat Ar-Rūm ayat 21.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Merujuk pada ayat tersebut arti samara adalah keluarga yang tenteram, dipenuhi oleh rasa cinta dan kasih sayang. Intinya keluarga yang bahagia, keluarga impian setiap orang.

Tapi pada prakteknya ternyata nggak semudah ucapan orang lain. Ada saja ujian yang menghalanginya. Untuk menjadi kuat memang kita harus melewati berbagai ujian dulu, ya. Yang penting kita mampu melewatinya dan belajar dari ujian tersebut.

Karena belum lama menikah, aku juga masih bingung nih bagaimana cara agar aku mencapai keluarga samara yang aku impikan. Sedangkan dalam prakteknya aku suka berdebat dengan suami, atau kadang ada perbedaan pendapat dengan mertua yang kadang juga memicu pertengkaran kecil dengan suami.

Pernah juga suatu ketika aku main ke rumah mertua, kemudian mertua laki-lakiku mengeluarkan kata-kata yang menurutku nggak pantas untuk diucapkan kepada bayi yang baru berumur 2 tahun.

“Kowe ki kok ireng eram nduk, koyo letong.” (Kamu itu kok hitam sekali dek, kayak tai sapi).

Hah?

Sumpah sih, aku kaget dengernya. Dan memang sebelumnya keluarga suamiku selalu bilang kalau kulit Rhe itu kok hitam sekali. Padahal menurutku kulit Rhe nggak hitam-hitam amat, sama yang ngomong aja masih putihan Rhe. Dan lagi kulit hitam ini Rhe dapat dari gen ayahnya lho, yang anak dan anggota keluarga mereka.

Misalkan pun kulit Rhe hitam karena dari genku, apakah pantas kata-kata yang selalu melakukan body shamming itu terlontar? Aku kira nggak ya! Aku marah, tapi tetap aku tahan. Karena semakin lama memendem membuat hatiku semakin sakit, akhirnya aku memutuskan untuk cerita dengan suami.

Sebagai manusia, kita nggak bisa milih mau dilahirkan dengan warna kulit seperti apa. Sumpah sih, aku menulis ini aja rasanya sedih banget.

Apa pun warna kulit Rhe aku tetap mencintainya. Apa adanya, dengan seluruh hatiku. Dan bagiku Rhe itu cantik sekali.

Di acara live IG bersama P3KE (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Emosi) aku kelepasan curhat soal ini ke Teh Irma selaku Soul Healer dan founder P3KE, juga pada Mba Nani sebagai moderator acara tersebut, juga kepada teman-teman yang waktu itu nonton. Karena memang saking nggak habis pikirnya gitu, kok tega berkata seperti itu kepada cucunya. Walaupun niatnya bercanda, tapi ketika Rhe nanti sudah paham, aku takut hal seperti ini akan membuatnya rendah diri dan sakit hati.

Teh Irma bilang, langkah yang aku ambil sudah tepat. Bercerita kepada suami dan minta suami yang take action agar nggak terjadi peperangan antara menantu dan mertua.

Terkadang sebagai orang yang baru terjun di dalam kehidupan berumah tangga, kita memang sering bingung ketika masalah datang, bagaimana cara menyikapinya dengan tepat agar nggak semakin berlarut-larut hingga menjadi masalah besar. Membuat impian keluarga samara semakin jauh, hingga nggak jarang memakan korban jiwa.

Udah nggak asing lagi kita suka nonton berita tentang KDRT yang berujung pembunuhan. Astaghfirullah. Jangan sampai ya kita tertimpa hal keji seperti itu. Karenanya Teh Irma menghadirkan P3KE yang bisa membantu perihal masalah emosi yang sedang kamu hadapi.

TENTANG P3KE

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Emosi (P3KE) adalah sebuah website yang didalamnya terdapat kumpulan Ecourse self help untuk berbagai permasalahan hidup, diantaranya keuangan, relationship, rumah tangga, hingga kesehatan.

Ecourse self help P3KE
Sumber: P3KE

Semua ecourse tersebut disusun oleh Irma Rahayu, Life Coach, Soul Healer, dan Founder Emotional Healing Indonesia® yang telah berdiri sejak tahun 2008 dan memiliki ribuan alumni di seluruh Indonesia hingga mancanegara.

Teh Irma berharap dengan hadirnya P3KE bisa membantu banyak orang dalam mengatasi masalahnya. Dan mampu melakukan pertolongan pertama pada dirinya sendiri saat terjadi kecelakaan emosi yang cenderung merusak diri, sehingga terhindar dari masalah yang lebih besar lagi. Mendapatkan solusi yang sesuai sekaligus semakin mendekatkan diri pada Sang Ilahi.

Ecourse di P3KE

Kamu bisa memilih ecourse yang sesuai dengan permasalahan yang sedang kamu hadapi.

Sementara ini berikut ecourse yang sudah bisa kamu akses di P3KE:

  • All Access
  • Berdamai dengan Stress, Depresi, dan Bunuh Diri
  • Berdamai dengan Trauma
  • Cari Cuan Yuk!
  • Samara
  • Self Love: Egoislah untuk Diri Sendiri

Untuk yang All Access kamu bisa mengakses seluruh ecourse yang telah tersedia di P3KE tersebut.

Sumber: P3KE

Sesuai dengan permasalahanku kemarin, aku memilih ecourse Samara yang terdiri dari 10 lessons, yaitu:

  1. Selamat datang
  2. Ketika terjadi perselingkuhan (Part 1)
  3. Ketika terjadi perselingkuhan (Part 2)
  4. Menantu, Mertua, dan Ipar
  5. Pernikahan beda agama
  6. Suami tidak memberikan nafkah
  7. Kekerasan dalam rumah tangga
  8. Mantanku tidak memberi nafkah anak-anak
  9. Terima kasih
  10. Support group

Di dalam ecourse samara ini, Teh Irma memberikan solusi sesuai dengan permasalahan yang sedang terjadi. Jika terjadi KDRT kamu harus bagaimana agar nggak sampai ada korban jiwa. Juga solusi dari berbagai permasalahan pada setiap tema pada konten di atas.

Cara penyampaiannya juga asyik, Teh Irma sangat lugas dan berasa ngobrol dengan teman lama. Seakan dipahami gitu lho!

Mungkin kalau kamu punya masalah yang sama ecourse di P3KE patut dicoba.

Berikut harga ecourse di P3KE:

Sumber: P3KE

Cara melakukan pembelian ecourse di P3KE:

  1. Kunjungi website P3KE di https://p3ke.com
  2. Klik Ecourse, kemudian pilih ecourse yang ingin kamu beli
  3. Pilih Daftar Ecourse Ini, yang terletak di bagian bawah
  4. Sekali lagi klik Daftar
  5. Pada bagian checkout isi data diri, ini sekaligus untuk data pendaftaran
  6. Lakukan pembayaran sesuai nominal kelas yang kamu pilih.
  7. Konfirmasi pembayaran dan kamu akan bisa menikmati konten ecourse yang kamu pilih.

Banyak masalah kehidupan yang menghampiri, tak jarang kita bingung bagaimana menyikapinya, bagaimana solusi yang diperlukan agar masalah tak semakin besar.

Aku sangat merekomendasikan ecourse di P3KE ini untuk kamu yang sedang mencari jawaban atas masalah yang sedang kamu hadapi.

Salam,
Ning!

15 pemikiran pada “Membangun Keluarga SAMARA untuk Pernikahan Impian”

  1. Wah menarik ada e course seperti ini. semoga lebih banyak yang tahu sehingga banyak yg bisa akses. Apalagi kalau ada pendampingan meskipun online pasti sangat terbantu. Mba apakah ada program subsidi silangnya juga kah di P3KE? Karena kan ga semua perempuan pny uang sendiri atau bila datang dari keluarga tidak mampu

    Balas
  2. Permasalahan hidup apalagi soal pertanyaan kapan nikah, eh udah nikah ditanyain lagi kapan punya momongan, dst memang gak da habisnya. E-course ini bermanfaat baik untuk yang dapat pertanyaan kehidupan maupun yg mengajukan pertanyaan juga ya hehe, sebab mungkin aja permasalahan si penanya malah lebih berat

    Balas
  3. duh bercandanya ga lucu ya. semooga menjadi bahan bakar untuk belajar komunikasi, terapi hati agar selalu tenang dan sabar dalam menyikapinya ya mbak. petolonga pertama pada keceklakaan emosi ini menarik sekali aku jadi penasaran dengan materinya mbak

    Balas
  4. Sering ada yang bilang “Ah, karir gw udah enggak jelas, mau nikah aja” “Aduh, nilai gw jelek amat, nanti habis kuliah mau langsung nikah aja”.

    Berarti nikah dianggap solusi atau jalan keluar, padahal pernikahan adalah masalah baru yang bisa aja lebih berat.

    Jadi P3KE ini semacam psikiater online yah, bagus juga

    Balas
  5. Welcome to 30+ club hehe.

    Mungkin ini yang kebanyakan orang lupakan yakni kecerdasan emosional. Usia mungkin cukup, reproduksi bagus, finansial OK, tapi ya rata-rata kalau semua itu sudah aman, pengelolaan emosi memang bisa menyebabkan masalah.

    Buat saya P3KE ini unik dan juga menjawab tantangan pernikahan masa kini.

    Balas
  6. Hhahaha, pertanyaan default banget itu mah kalau kita lagi kumpul2 baik acara keluarga maupun kondangan.
    “Natih kapan nikah? “Natih kapan nyusul? ” capek kadang-kadang padahal saya masih muda wkwkkw
    Just because kebanyakan orang di lingkungan saya nikah muda kan bukan berarti sya juga harus secepatnya menikah yaa.
    Setelah saya baca artikel ini, saya semakin yakin bahwa menikah itu perlu kesiapan mental. Mental menghadapi suami, ibu mertua, dan keluarga besar dari suami.

    Balas
  7. Mba, sorry not sorry, tapi kok perkataan mertuanya jahat sekali.. huhuhu…
    Anyway, keren sekali ya ada fasilitas seperti p3ke ini.. bisa dilkukan secara online, lagi.

    Balas
  8. Hal2 seperti ini memang sering terjadi saat kita berkumpul dengan teman-teman, keluarga atau siapapun kak, entah body shaming, atau hal yang gak perlu ditanyakan yg bikin org insecure tapi aku pribadi selalu sampaikan jelas2 kpda org tsb ttg apa yang gak aku sukai, utk itu aku sllu kalo bertanya liat situasi kepada siapa pada keadaan yg spti apa, jdi lebih enak disampaikan, hehehe.

    Balas

Tinggalkan Balasan

error: Konten ini dilindungi oleh hak cipta!
%d blogger menyukai ini: